Home
LOGIN
Nama :
P a s s:

Calendar
Arsip
 
Update 26 May 11
Wadah usaha kosmetika membantu pemasaran UKM

JAKARTA: Perhimpunan Pengusaha (PPA) Kosmetika Indonesia dinilai efektif membantu usaha kecil menengah  terutama dalam penyediaan data dan informasi serta memperluas jaringan pemasaran.
 
Solihin Sofian, produsen Jinzu cosmetic mengatakan di wilayah Banten saja terutama Tangerang sedikitnya ada 100 UKM yang membuat parfum, sabun, shampo ataupun produk spa.
 
"Sebelum ada PPAi kami kesulitan informasi baik soal kebijakan pemerintah, peta industri kosmetika dalam negeri, data impor dan lainnya,” ujarnya di sela kegiatan rakernas dan workshop PPA Kosmetika Indonesia, hari ini.
Menurut dia, seperti halnya UKM bidang lain, industri kecil kosmetika menghadapi masalah permodalan, sumber daya manusia, manajemen dan pemasaran. Umumnya usaha mereka  kuat di hulu tetapi lemah di hilir terutama pemasaran.
 
“Penyakitnya UKM bisa membuat produk bermutu tetapi pemasarannya atau akses ke hilir agar diminati konsumen justru lemah."
 
Namun, lanjut Solihin, dengan berhimpun di PPA Kosmetika Indonesia maka manfaat yang dirasakan langsung adalah dalam hal informasi dan pemasaran karena sesama anggota saling membantu akses pemasaran.
 
Asosiasi, memberikan dampak positif pada pemasaran produk kosmetika skala UKM. Jika selama ini pangsa pasarnya 70% di pasar tradisional, kini produk rumahan didorong masuk minimarket dan peritel modern lainnya
 
Puteri Kuswisnuwardhani, Presdir PT Mustika Ratu yang juga ketua PPA Kosmetika Indonesia mengatakan asosiasi yang dipimpinnya memang membuka akses informasi luas kepada anggota yang terdiri dari usaha kecil hingga besar sehingga dituntut kreatif dan inovatif.
 
2 bulan sekali kami bertemu untuk membahas kebijakan pemerintah terutama harmonisasi Asean di industri kosmetika.
 
"Kami sebagai pelaku industri kosmetik berusaha memenuhi standar kosmetik Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (Asean Cosmetic Directive) supaya bisa meningkatkan peran di pasar dalam negeri serta menjangkau pasar yang lebih luas."
 
Pada Rakernas dan pengukuhan pengurus DPP dan DPD PPA Kosmetika kali ini sekaligus diadakan workshop untuk memberdayakan UMKM kosmetika menghadapi pasar global.
 
Workshop yang menghadirkan Kepala BPOM RI, Kustantinah dan deputinya Ruslan Aspan membahas peraturan labeling untuk menunjang daya saing produk nasional serta membahas tata cara izin produksi berdasarkan Permenkes No: 1775 tahun 2010
 
Hambatan UKM kosmetika umumnya infrastruktur yang tidak memadai, bunga bank yang tinggi dan kurangnya dukungan  pemerintah ataupun minimnya sosialisasi soal regulasi atau peraturan yang terkait usaha kosmetika.
 
PPA Kosmetika Indonesia kini sudah memiliki 300 anggota dan DPD tersebar di Jakarta, Banten, Bandung, Jawa Barat, Jogjakarta (DIY) dan Surabaya, Jawa Timur.
 
"Selain pertemuan rutin dan workshop, kami juga menggelar event Beauty Cosmo yang dijadwalkan jadi acara tahunan yang  memberi peluang anggota UKM berpartisipasi secara gratis," kata Putri.
 
Dia mengharapkan berbagai usaha yang ditempuh PPA Kosmetika Indonesia akan membuat anggotanya lebih siap menghadapi persaingan global yang sudah diterapkan di tingkat regional.
 
“Kita sudah buka wawasan anggota dan berbagi data yang dibutuhkan, tinggal mereka mengasah kepekaan bisnis dan kreativitasnya dan segera melakukan inovasi supaya berdaya saing tinggi”

Copyright © ppakosmetika.com

Sekretariat :
Graha Mustika Ratu Lt. PH
Jl Jend. Gatot Subroto Kav. 74-74 Jakarta 12870
Telp : 021-8306785-59, fax. 021-83706085, 021-8306760