Home
LOGIN
Nama :
P a s s:

Calendar
Arsip
 
Update 26 May 11
INDUSTRIKOSMETIK Produsen Akan Penuhi Standar ASEAN

Directive. Ini dilakukan untuk meningkatkan pangsa pasar di dalam negeri serta menjangkau lebih luas pasar di negara-negara ASEAN.

"Bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kami berusaha menerapkan standar cara pembuatan kosmetik yang baik. Ini supaya bisa memenuhi syarat untuk masuk ke pasar dalam dan luar negeri," kata Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi (PP A) Kosmetika Indonesia Putri Kuswisnuwardhani di sela rapat kerja dan lokakarya (workshop) PPA Kosmetika Indonesia di Jakarta, Rabu (25/5).

Pada acara yang dihadiri Kepala BPOM Kustantinah ini sekaligus juga dilakukan pengukuhan pengurus DPP dan DPD PPA Kosmetika Indonesia. Pada workshop bertema "Mendorong Peningkatan Daya Saing Industri Kosmetik Nasional melalui Pemberdayaan UMKM dalam Menghadapi Pasar Global" ini, tampil sebagai pembicara yaitu Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah, Dirjen Bina Obat Publik dan Perbaikan Kesehatan Kementerian Kesehatan Setiawan Soeparan, serta Deputi Kepala BPOM Bidang Pengawas Obat, Kosmetik, dan Produk Komplemen Ruslan Aspan.

Menurut Putri Kuswisnuwardhani, sebagai organisasi pelaku industri dan usaha kosmetik di dalam negeri, PPA Kosmetika Indonesia akan menjembatani akses informasi dan fasilitas untuk menerapkan standar proses produksi regional. Tujuannya agar produsen kosmetik bisa menghasilkan produk yang memenuhi standar dengan fasilitas dan biaya rendah. "Kami bantu menaikkan tingkatan skala usaha para produsen kosmetik nasional," kata Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk ini.

Sementara itu, Kepala BP OM Kustantinah mengatakan, pemerintah siap membantu pelaku usaha memenuhi standar regional dan meningkatkan daya saing produk. "Kami akan melakukan sosialisasi dan pelatihan. Sebagai organisasi pengusaha, PPA Kosmetika Indonesia bisa membuat peta jalan apa yang akan dilakukan dan targetnya pada kurun waktu tertentu. Kami siap membantu, termasuk kalau mau promosi ke mancanegara. Ini usaha bersama untuk mengembangkan potensi produk dalam negeri," tuturnya.

Kustantinah lantas meyakini bahwa produk kosmetik dalam negeri cukup bersaing dengan produk mancanegara. Saat ini ada sekitar 55.000 merek produk kosmetik yang terdaftar di BPOM dan 85 persen di antaranya produk dalam negeri. Sedangkan pasar kosmetik di Indonesia diperkirakan mencapai 1,34 miliar dolar AS pada 2010 dan tumbuh 6 persen per tahun. "Kualitas kosmetik dalam negeri tidak kalah," ujarnya.

Kustantinah menambahkan, BPOM juga akan meningkatkan pengawasan peredaran produk kosmetik. Ini dilakukan untuk menghadang masuknya produk impor yang tidak memenuhi standar ke pasar. "Tujuannya agar konsumen tidak dirugikan," katanya. (Andrian)

Sumber : Suara Karya Online

Copyright © ppakosmetika.com

Sekretariat :
Graha Mustika Ratu Lt. PH
Jl Jend. Gatot Subroto Kav. 74-74 Jakarta 12870
Telp : 021-8306785-59, fax. 021-83706085, 021-8306760